Li Auto telah secara efektif menolak rencana untuk memproduksi sedan electric vehicle range extender (EREV), dengan kepala lini produk Tang Jing menyatakan teknologi mesin terbaru secara khusus dirancang untuk jajaran crossover seri L perusahaan. Langkah ini menyoroti fokus strategis pada SUV, di mana powertrain baru menawarkan keunggulan dalam ruang dan keselamatan yang tidak dapat ditandingi oleh sedan.
Evolusi dan Spesifikasi Mesin
Perjalanan range extender Li Auto dimulai dengan mesin tiga silinder dari Dongan, kemudian beralih ke mesin Prince empat silinder yang diturunkan dari BMW/Peugeot. Iterasi berikutnya, dijuluki “Range Extender 3.0,” akan debut di SUV Li Auto L9 Livis. Mesin ini, yang diberi nama internal L3E15CA, adalah mesin empat silinder 1,5 liter turbocharged yang menghasilkan 154 tenaga kuda.
Mesinnya diproduksi di fasilitas Li Auto di Suzhou dan menawarkan konsumsi bahan bakar hybrid hanya 0,23 liter per 100 km bila dikombinasikan dengan tenaga baterai. Saat baterai habis, konsumsi bahan bakar naik menjadi 6,4 liter per 100 km. Angka-angka ini sejalan dengan standar industri untuk kendaraan EREV, namun kisah sebenarnya terletak pada desain fisiknya.
Mengapa Sedan Tidak Dipertanyakan
Menurut Tang Jing, mesin baru tersebut sengaja dirancang dengan profil yang lebih sempit dan pendek, namun ketinggiannya ditingkatkan. Konfigurasi ini berfungsi sempurna untuk sasis crossover yang lebih tinggi, memaksimalkan ruang penumpang lebih dari 20mm. Namun, upaya untuk mengadaptasinya ke sedan akan menimbulkan kelemahan desain yang kritis.
Secara khusus, mesin yang lebih tinggi akan mengurangi ground clearance dan membahayakan standar keselamatan pejalan kaki. Kedekatan mesin dengan kap mesin akan mengecilkan zona remuk yang diperlukan, sehingga sulit untuk lulus uji tabrak. Ini bukan sekedar kendala teknis; Ini adalah ketidakcocokan mendasar yang diakui Li Auto kemungkinan akan menghalangi mereka untuk mengejar sedan EREV dalam waktu dekat.
Melampaui Efisiensi: Peningkatan Kebisingan dan Getaran
Li Auto juga memprioritaskan kinerja NVH (Noise, Vibration, and Harshness) dalam pengembangan mesin barunya. Dengan meninggalkan pendekatan teknik tradisional, perusahaan dilaporkan telah mencapai pengalaman berkendara yang lebih mulus dan senyap. Fokus ini menunjukkan bahwa Li Auto tidak hanya membangun mesin, namun menyempurnakan persepsi keseluruhan tentang teknologi EREV-nya.
Pada akhirnya, keputusan Li Auto menggarisbawahi arah strategis yang jelas: memprioritaskan crossover yang kekuatan desain mesin barunya selaras dengan arsitektur kendaraan, dan menghindari sedan yang komprominya akan merusak keselamatan dan kenyamanan penumpang.
Perusahaan tampaknya menggandakan upaya terbaiknya, dibandingkan memperluas sumber daya ke segmen di mana teknologi terbarunya tidak sesuai.
