Land Rover Freelander yang ikonik membuat comeback yang mengejutkan, namun kali ini, ia tidak akan memakai lencana yang sudah dikenalnya. Sebaliknya, merek Freelander baru yang sepenuhnya berlistrik muncul dari perusahaan patungan antara Jaguar Land Rover (JLR) dan Chery di Tiongkok. Kendaraan ini akan debut pada tanggal 31 Maret, menandai perubahan signifikan dalam kepemilikan dan branding.
Hantu Dari Masa Lalu, Dikonsep Ulang
Freelander asli pertama kali muncul pada tahun 1997, dengan cepat menjadi pilihan populer sebelum dihentikan produksinya pada tahun 2015 dengan munculnya Discovery Sport. Kebangkitannya kini tidak datang dari perusahaan induknya, melainkan dari kemitraan dengan Tiongkok, yang menunjukkan bagaimana merek otomotif dapat dibangkitkan – dan dirancang ulang – di pasar global saat ini.
Isyarat Desain Dari DNA Land Rover
Teaser awal mengungkapkan bahasa desain yang sangat dipengaruhi oleh Land Rover Defender. Freelander baru akan menampilkan lampu depan persegi panjang yang khas dengan grafis LED bergaya piksel, bagian depan tegak, dan ekstensi spatbor yang kokoh. Meskipun estetika keseluruhannya jelas menunjukkan asal-usul Land Rover, ia dikembangkan secara mandiri. Tim desain di studio JLR di Inggris mengawasi tampilan tersebut, memastikan tingkat kesinambungan merek meskipun terjadi perubahan kepemilikan.
Ukuran dan Detail Powertrain
Foto mata-mata mengonfirmasi bahwa Freelander akan menjadi SUV yang cukup besar, dengan panjang melebihi 5,1 meter (200,8 inci), memposisikannya sebagai kendaraan keluarga besar. Basisnya akan dibangun di atas platform modular Chery, yang mendukung powertrain listrik dan range-extender, serta kemampuan pengisian cepat. Hal ini menunjukkan pendekatan Freelander yang berfokus pada masa depan, sejalan dengan meningkatnya permintaan akan kendaraan listrik.
Pusat Produksi Baru
Produksi akan dilakukan di pabrik CJLR di Changshu, Tiongkok. Fasilitas ini sedang menjalani peningkatan senilai ¥3 miliar ($436 juta) untuk beralih dari model lama seperti Land Rover Discovery Sport dan Range Rover Evoque, yang membuka jalan bagi jajaran Freelander baru. Investasi ini menandakan komitmen jangka panjang terhadap kebangkitan merek tersebut.
Kelahiran kembali Freelander di Tiongkok menggarisbawahi tren yang lebih luas: merek dapat dipisahkan dari asal usulnya dan terlahir kembali di bawah kepemilikan baru, khususnya di pasar otomotif yang berkembang pesat. Situasi ini menimbulkan pertanyaan mengenai loyalitas merek, kekayaan intelektual, dan masa depan produsen mobil lama di industri yang berkembang pesat.
