BYD, produsen kendaraan listrik (EV) terkemuka di dunia, telah memproduksi kendaraannya yang ke-70.000 di pabrik perakitan yang dimiliki sepenuhnya di Provinsi Rayong, Thailand – hanya 16 bulan setelah mulai beroperasi pada Juli 2024. Pencapaian ini menggarisbawahi ekspansi pesat BYD ke pasar Asia Tenggara dan menyoroti semakin besarnya peran Thailand sebagai pusat produksi kendaraan listrik utama.
Pertumbuhan Produksi Pesat
Fasilitas Rayong, yang memiliki kapasitas tahunan sebesar 150.000 kendaraan, mencapai pencapaian awal sebanyak 10.000 unit pada bulan November 2024. Produksi kemudian meningkat secara signifikan, dengan tambahan 60.000 unit yang dirakit selama dua belas bulan berikutnya. Kendaraan ke-70.000 – SUV hybrid plug-in BYD Sealion 6 DM-i (juga dikenal sebagai Song Plus DM-i di Tiongkok) – diluncurkan pada tanggal 27 November dan dikirimkan kepada seorang karyawan Thailand.
Menghindari Tarif UE melalui Majelis Lokal
Pencapaian ini penting secara strategis karena kendaraan yang dirakit di Thailand menggunakan perangkat Completely Knocked Down (CKD) memenuhi syarat untuk mendapatkan pengurangan tarif impor ketika diekspor ke Eropa. Musim panas ini, BYD mulai mengirimkan kendaraan listrik buatan Thailand ke UE untuk memanfaatkan manfaat ini, sehingga meningkatkan daya saingnya di pasar Eropa.
Produksi CKD dan Manufaktur Lokal
Metode CKD melibatkan pengiriman kendaraan dalam bentuk suku cadang untuk perakitan akhir di negara tujuan. Produsen mobil memanfaatkan hal ini untuk menurunkan biaya impor dan mendukung perekonomian lokal. Investasi BYD di Thailand merupakan bukti nyata dari strategi ini. Fasilitas Rayong seluas 960.000 meter persegi saat ini merakit lima model: BYD Atto 3 (Yuan Plus), BYD Dolphin, BYD Seal, BYD Seal 05 DM-i, dan BYD Sealion 6 DM-i.
Pengiriman Kumulatif di Thailand
Hingga Oktober 2025, pengiriman kumulatif BYD di Thailand telah mencapai 100.000 kendaraan, membuktikan keberhasilan ekspansi tersebut.
Pertumbuhan produksi yang pesat ini menunjukkan komitmen BYD terhadap ekspansi internasional dan memposisikan Thailand sebagai basis manufaktur penting bagi perusahaan. Hal ini juga menunjukkan bagaimana penggunaan perakitan CKD secara strategis dapat mengatasi hambatan perdagangan dan mempercepat penetrasi pasar kendaraan listrik. Keberhasilan pabrik BYD di Thailand adalah model ekspansi luar negeri di masa depan, yang menekankan pentingnya produksi lokal dalam lanskap kendaraan listrik global.
