Jaguar telah melakukan perubahan besar untuk menjadi merek kendaraan listrik (EV) mewah, dan restrukturisasi ini melibatkan pembatalan tiga model yang direncanakan untuk memprioritaskan pengembangan sedan GT empat pintu berperforma tinggi yang dikenal sebagai Tipe 00. Keputusan tersebut telah memicu perdebatan, terutama mengingat kendaraan ditinggalkan demi arah baru ini.
Proyek yang Dibatalkan: Penerus Tipe XJ, XF, dan F
Selama bertahun-tahun, Jaguar sedang mempersiapkan sedan XJ listrik baru, sebuah mobil yang dapat mengakomodasi powertrain baterai-listrik dan enam silinder tergantung pada permintaan pasar. Namun, proyek tersebut tiba-tiba dibatalkan sesaat sebelum selesai. Demikian pula, desain sedan XF baru dan SUV F-Pace yang diperbarui oleh mantan direktur desain Ian Callum juga dibatalkan.
Mungkin keputusan yang paling kontroversial adalah menunda pengembangan penerus mobil sport F-Type. F-Type asli dianggap oleh banyak orang sebagai salah satu kendaraan ikonik terakhir Jaguar. Menghilangkan penggantinya demi grand tourer EV adalah perubahan signifikan bagi merek yang secara historis terkenal dengan penawaran sportynya.
Kritik Direktur Desain
Callum sendiri sempat menyatakan keraguannya terhadap arah baru Jaguar. Meski mengakui keberanian Type 00, dia yakin mobil tersebut kurang memiliki keindahan yang identik dengan merek Jaguar, dan menyatakan bahwa mobil tersebut terasa “terlalu retro”. Hal ini menyoroti ketegangan antara ambisi perusahaan untuk bersaing dengan Bentley dan Rolls-Royce dan identitas desain historisnya.
Tipe 00: Performa dan Ambisi
Jaguar bermaksud memposisikan Type 00 sebagai pesaing langsung merek-merek ultra-mewah, meninggalkan penjualan pasar massal demi memilih kendaraan listrik eksklusif dan berperforma tinggi. Model produksi akan mempertahankan desain konsep yang mencolok dengan pintu tambahan dan jarak sumbu roda yang diperpanjang.
Kendaraan ini diharapkan menghasilkan lebih dari 1.000 tenaga kuda dari tiga motor listrik, memberikan akselerasi 0-62 mph dalam waktu sekitar 3,3 detik, kecepatan tertinggi 155 mph, dan jangkauan lebih dari 430 mil. Profil kinerja agresif ini menggarisbawahi komitmen Jaguar untuk menantang para pemimpin kendaraan listrik mewah yang sudah mapan.
Pada akhirnya, pertaruhan Jaguar pada model EV kelas atas mewakili perubahan dramatis dalam strategi, mengorbankan model-model lama demi mengejar masa depan yang berfokus pada kemewahan dan performa. Masih harus dilihat apakah pertaruhan ini akan membuahkan hasil.
