Bentley telah mengeluarkan penarikan keselamatan nasional untuk model Bentayga Hybrid karena cacat yang dapat menyebabkan baterai bertegangan tinggi menjadi terlalu panas dan berpotensi memicu kebakaran saat kendaraan sedang mengisi daya.

Masalahnya

Menurut pemberitahuan penarikan kembali, kelemahan perangkat keras memungkinkan baterai menjadi kosong selama pengisian daya, sehingga menimbulkan risiko pelepasan panas – yaitu baterai menjadi terlalu panas dengan cepat dan dapat terbakar. Hal ini menimbulkan ancaman langsung cedera atau kematian pada penumpang, orang di sekitar, dan pengemudi lain, serta potensi kerusakan properti.

Cakupan Penarikan Kembali

Penarikan kembali tersebut berdampak pada 16 kendaraan Bentayga Hybrid yang diproduksi pada tahun 2023. Pemilik sedang dihubungi oleh Bentley untuk menjadwalkan pembaruan perangkat lunak gratis di dealer resmi. Perusahaan menyatakan bahwa pemilik dapat terus menggunakan kendaraannya hingga perbaikan selesai.

Risiko Kebakaran Berulang pada Kendaraan Bentley

Ini bukan satu-satunya insiden yang terjadi pada produsen mobil mewah tersebut. Bentley telah mengeluarkan penarikan sebelumnya untuk bahaya kebakaran:

  • Pada Juli 2020, dilakukan penarikan kembali 102 model V8 (2018-2020) karena kebocoran bahan bakar.
  • Pada Agustus 2023, 159 model W12 (2015-2023) ditarik kembali karena alasan yang sama.

Insiden yang berulang ini menimbulkan pertanyaan tentang proses kendali mutu Bentley untuk sistem bahan bakar dan kelistrikan. Perusahaan belum memberikan komentar mengenai kesamaan risiko kebakaran ini.

Yang Harus Dilakukan Pemilik

Jika Anda memiliki Bentayga Hybrid 2023, periksa Nomor Identifikasi Kendaraan (VIN) Anda dengan daftar terlampir untuk memastikan apakah kendaraan Anda termasuk dalam penarikan. Hubungi dealer Bentley setempat atau kunjungi situs web mereka untuk membuat janji perbaikan.

Perusahaan telah meyakinkan pemilik bahwa pembaruan perangkat lunak tidak dipungut biaya dan akan mengatasi bahaya kebakaran.

Meskipun memiliki merek mewah, Bentley menghadapi pengawasan yang semakin ketat atas masalah keselamatan yang berulang, khususnya yang berkaitan dengan risiko kebakaran pada kendaraannya. Respons perusahaan melalui penarikan kembali merupakan langkah penting, namun perbaikan jangka panjang dalam pengendalian kualitas sangat penting untuk menjaga kepercayaan pelanggan dan mencegah insiden di masa depan.