Sekilas tentang ambisi kendaraan listrik (EV) Ford yang ditinggalkan muncul melalui profil profesional seorang mantan eksekutif. Gambar SUV listrik berwarna putih, lima pintu, tiga baris—yang pernah digambarkan sebagai “kereta peluru pribadi” —telah menjadi spanduk halaman LinkedIn Doug Field selama setahun terakhir.
Juru bicara Ford telah mengonfirmasi kepada The Drive bahwa prototipe ini mewakili proyek SUV listrik tiga baris yang secara resmi dibatalkan pada Agustus 2024.
Visi: EV yang Ramping dan Berkinerja Tinggi
Proyek ini, yang dipimpin oleh mantan eksekutif Tesla dan Apple Doug Field, dimaksudkan untuk menempati posisi yang lebih tinggi dalam jajaran Ford daripada Mustang Mach-E. Kendaraan ini dirancang dengan mengedepankan tiga pilar utama:
– Desain Ramping: Mengincar profil yang lebih panjang, lebih senyap, dan lebih aerodinamis dibandingkan kompetitor saat ini.
– Pengisian Cepat: Teknologi baterai rekayasa yang mampu menambah jangkauan 150 mil (241km) dalam waktu kurang dari 10 menit.
– Jangkauan Besar: Spesifikasi awal menyarankan jangkauan listrik standar hingga 563km, dengan versi “jarak diperpanjang” berpotensi mencapai 885km.
Mengapa Pivot? Dari EV Murni hingga Hibrida
Pembatalan SUV ambisius ini bukanlah sebuah insiden tunggal namun merupakan gejala perubahan strategis yang lebih luas di dalam Ford. Menyusul kerugian miliaran dolar terkait divisi EV-nya, pembuat mobil tersebut sedang menjalani restrukturisasi yang signifikan.
Keputusan untuk membatalkan proyek ini menyoroti meningkatnya ketegangan di pasar otomotif: ketika kendaraan listrik kelas atas mulai mendapatkan daya tarik, SUV listrik berukuran besar sedang berjuang untuk mendapatkan daya tarik pasar massal di kalangan pembeli swasta.
Menanggapi tren ini, CEO Ford Jim Farley telah mengisyaratkan perubahan dalam strategi powertrain:
1. Beralih dari kendaraan listrik murni untuk segmen kendaraan yang lebih besar.
2. Memanfaatkan Hibrida Range-Extender: Ford berencana menggunakan mesin bensin untuk mengisi daya baterai, sehingga menawarkan manfaat berkendara listrik tanpa “kecemasan jangkauan”.
3. Integrasi Model: F-150 Lightning diharapkan menjadi salah satu model pertama yang mengadopsi teknologi gaya hybrid ini.
Warisan Prototipe
Meskipun SUV “kereta peluru” tidak akan hadir di lantai showroom sebagai model yang berdiri sendiri, perkembangannya tidak sia-sia. Ford telah menyatakan bahwa prototipe tersebut sekarang berfungsi sebagai kendaraan penelitian. Terobosan teknik dan bahasa desain yang dikembangkan selama proyek ini akan berdampak langsung pada kendaraan listrik generasi berikutnya Ford.
Dampak praktis dari perubahan ini sudah terlihat dalam rantai manufaktur Ford. Pabrik Oakville di Ontario, Kanada—yang awalnya direncanakan untuk memproduksi SUV listrik ini—telah dilengkapi kembali untuk memproduksi pikap F-Series Super Duty, selaras dengan fokus baru perusahaan pada segmen truk tradisional dengan margin tinggi.
Kesimpulan
Meskipun SUV “kereta peluru” Ford yang ambisius telah dikesampingkan, DNA-nya akan tetap ada pada model-model masa depan. Perusahaan saat ini sedang mewujudkan impian listrik murni demi strategi yang lebih pragmatis dan berfokus pada hibrida guna memitigasi risiko keuangan dan memenuhi permintaan konsumen yang terus berubah.
