Great Wall Motor (GWM) telah mengumumkan bahwa sub-merek premiumnya, Wey, akan memulai pra-penjualan untuk V9X baru pada tanggal 17 April. Sebagai mobil hybrid plug-in (PHEV) enam tempat duduk berukuran besar yang dibangun pada platform tegangan tinggi 800V, V9X diposisikan untuk menjadi unggulan dari jajaran “V-series” baru dari merek tersebut.
Tolok Ukur Baru dalam Ukuran dan Skala
V9X dirancang untuk bersaing di pasar SUV besar kelas atas, menawarkan dimensi signifikan untuk mengakomodasi konfigurasi enam penumpangnya. Untuk memenuhi berbagai kebutuhan konsumen, GWM akan menawarkan dua versi berbeda:
- Jarak Roda Standar: Panjang 5.205 mm dengan jarak sumbu roda 3.050 mm.
- Jarak Roda Diperpanjang: Panjang 5.299 mm dengan jarak sumbu roda 3.150 mm.
Versi diperpanjang ini secara resmi akan menjadi SUV terpanjang di seluruh portofolio GWM. Meskipun sedikit lebih sempit dibandingkan Tank 700 yang kokoh, tapaknya yang besar menandakan niat untuk memberikan ruang interior dan visibilitas jalan yang unggul.
Rekayasa Tingkat Lanjut dan Powertrain
V9X memperkenalkan platform GWM One, arsitektur canggih yang mengintegrasikan elektronik 800V dan kemampuan pengisian cepat 6C. Hal ini memungkinkan waktu pengisian daya yang jauh lebih cepat dibandingkan dengan arsitektur EV standar.
Kendaraan ini akan menggunakan sistem penggerak semua roda (AWD) PHEV “Super Hi-4″**, yang memadukan mesin empat silinder 2.0 liter turbocharged dengan transmisi hybrid khusus (DHT). Berdasarkan teknologi GWM yang sudah ada, sistem ini kemungkinan besar mengikuti filosofi “Hi4-Z”—mengutamakan efisiensi dan jangkauan listrik melalui motor ganda dibandingkan poros penggerak mekanis tradisional.
Fitur teknis utama meliputi:
– Rentang EV: Pilihan 240 km dan 363 km.
– Penanganan: Kemudi roda belakang aktif untuk mengatur dimensinya yang besar.
– Kenyamanan: Suspensi udara dua ruang untuk pengendaraan yang sempurna.
Konteks Strategis: Perjuangan untuk Dominasi PHEV
Keputusan untuk menjadikan V9X sebagai PHEV merupakan bagian inti dari strategi perusahaan GWM yang lebih luas. Meskipun banyak pesaing yang beralih ke Kendaraan Listrik Jarak Jauh (EREV), pimpinan GWM mengambil sikap keras terhadap mereka.
Para eksekutif GWM telah menyatakan bahwa mereka “lebih memilih mati daripada membuat kendaraan jarak jauh,” memandang EREV hanya sebagai teknologi transisi dan bukan solusi jangka panjang.
Dengan menggandakan teknologi PHEV—yang menggabungkan mesin pembakaran internal dengan sistem listrik bertegangan tinggi—GWM yakin bahwa efisiensi hybrid yang disempurnakan akan mengungguli tren EREV saat ini di segmen mewah.
Tantangan Pasar dan Reputasi Merek
Peluncuran V9X terjadi pada saat yang kritis bagi merek Wey. Meskipun penjualan telah menunjukkan pertumbuhan dari tahun ke tahun, merek tersebut telah berjuang untuk menembus batasan penjualan bulanan sebesar 10.000 unit pada tahun 2026. V9X dimaksudkan untuk menjadi model “pahlawan” yang mendorong Wey ke kelompok volume yang lebih tinggi baik di Tiongkok maupun internasional.
Namun, merek tersebut menghadapi rintangan lebih dari sekadar angka penjualan. Wey baru-baru ini menghadapi pengawasan ketat terkait pemasarannya, menyusul kontroversi di mana materi promosi terkenal karena kemiripannya yang mencolok dengan merek-merek mewah yang sudah mapan seperti Range Rover dan Lexus.
V9X kini harus membuktikan kemampuannya melalui keunggulan teknik dan identitas merek yang berbeda.
Kesimpulan
Wey V9X mewakili upaya paling ambisius GWM untuk merebut pasar SUV mewah melalui teknologi hybrid tegangan tinggi. Keberhasilannya akan bergantung pada kemampuan teknologi canggih yang dimilikinya untuk mengatasi kontroversi branding terkini dan mendorong volume yang diperlukan untuk memenuhi target penjualan GWM yang ambisius.










