Honda telah mengeluarkan penarikan keselamatan besar-besaran yang memengaruhi sekitar 440.830 minivan Odyssey yang diproduksi antara 2018 dan 2022. Penarikan ini bertujuan untuk mengatasi cacat teknis pada Supplemental Restraint System (SRS) kendaraan yang dapat menyebabkan kantung udara samping mengembang secara tidak terduga.
Masalah Inti: Sensitivitas Perangkat Lunak
Masalahnya terletak pada logika kontrol perangkat lunak sistem airbag. Sensor dirancang untuk mendeteksi dampak samping, namun pemrograman saat ini terlalu sensitif terhadap getaran eksternal.
Dalam kondisi berkendara tertentu, sistem dapat salah mengartikan peristiwa non-tabrakan sebagai dampak samping sebenarnya. Artinya, fitur-fitur jalan yang umum—seperti lubang, gundukan, atau melewati puing-puing jalan —dapat memicu airbag tirai baris kedua dan ketiga mengembang tanpa terjadi tabrakan.
Jalan Panjang Menuju Resolusi
Garis waktu penarikan kembali ini mengungkapkan proses investigasi kompleks yang berlangsung selama beberapa tahun:
- 2017–2021: Honda mulai menyelidiki potensi masalah pada akhir tahun 2017. Pada pertengahan tahun 2021, perusahaan mengidentifikasi bahwa dampak pada bagian bawah kendaraan dan permukaan jalan yang buruk adalah pemicu utamanya.
- Akhir 2021: Meski sudah mengidentifikasi pemicunya, Honda pada awalnya memutuskan tidak ada masalah keselamatan yang mendesak.
- Oktober 2025: Administrasi Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya Nasional (NHTSA) turun tangan, membuka Evaluasi Awal setelah menerima 18 keluhan konsumen mengenai penerapan yang tidak disengaja.
- April 2026: Setelah penyelidikan lebih lanjut, Honda secara resmi mengakui cacat tersebut sebagai risiko keselamatan dan memulai penarikan kembali.
Meskipun jumlah pengaduan resmi ke NHTSA relatif rendah, Honda mencatat 130 klaim garansi terkait masalah ini, dengan 25 laporan cedera akibat penempatan mendadak.
Mengapa Ini Penting
Pengerahan airbag adalah peristiwa kekerasan. Meskipun tidak terjadi tabrakan, kekuatan kantung udara yang menggembung dapat menyebabkan cedera fisik pada penumpang dan tekanan psikologis yang signifikan. Selain itu, penyebaran yang tidak terduga dapat menyebabkan kecelakaan sekunder jika pengemudi terkejut atau kehilangan kendali atas kendaraannya.
Kasus ini menyoroti tantangan yang semakin besar dalam bidang teknik otomotif: seiring dengan semakin canggihnya sensor kendaraan, perangkat lunak harus disesuaikan dengan baik untuk membedakan antara keadaan darurat yang sebenarnya dan “kebisingan” berkendara sehari-hari di jalan yang tidak sempurna.
Obat untuk Pemilik
Honda mengambil langkah untuk mengatasi cacat tersebut melalui pembaruan perangkat lunak. Pemilik disarankan untuk menghubungi dealer resmi Honda untuk melakukan servis kendaraannya. Perbaikan akan melibatkan salah satu dari dua metode:
1. Memprogram ulang SRS ECU (Unit Kontrol Elektronik) dengan parameter penerapan yang diperbarui.
2. Mengganti ECU seluruhnya dengan unit yang berisi software yang telah diperbaiki.
Ringkasan: Honda menarik kembali lebih dari 440.000 minivan Odyssey untuk memperbaiki kerusakan perangkat lunak yang menyebabkan kantung udara mengembang secara tidak terduga saat menabrak lubang atau serpihan. Pemilik harus menghubungi dealer untuk mendapatkan pembaruan perangkat lunak gratis atau penggantian komponen untuk memastikan keselamatan penumpang.
