Stellantis, konglomerat otomotif di balik merek seperti Vauxhall, Peugeot, dan Fiat, menarik kembali lebih dari 44.000 kendaraan di Inggris karena potensi risiko kebakaran terkait sistem hybrid ringan 48 volt mereka. Tindakan ini merupakan bagian dari penarikan global yang lebih besar yang berdampak pada lebih dari 700.000 mobil di seluruh dunia.
Masalah: Busur Listrik dan Resiko Kebakaran
Penarikan kembali ini disebabkan oleh kurangnya jarak antara pipa filter partikulat bensin dan generator belt starter (BSG) pada kendaraan yang diproduksi antara tahun 2023 dan 2026. Dalam kondisi basah, jarak yang berdekatan dapat menyebabkan busur listrik, menyebabkan panas berlebih dan, dalam kasus yang parah, kebakaran. Masalah ini mempengaruhi berbagai model Stellantis, termasuk model dari Vauxhall, Peugeot, Fiat, Citroen, Jeep, Alfa Romeo, dan DS.
Apa yang Stellantis Lakukan
Perusahaan akan menghubungi pemilik yang terkena dampak secara langsung, mendesak mereka untuk menjadwalkan janji perbaikan dengan dealer setempat. Perbaikannya melibatkan penggantian tiang, menambahkan isolasi ekstra ke sistem 48 volt, dan memastikan jarak yang tepat antara komponen-komponen penting. Stellantis memperkirakan perbaikan akan memakan waktu kurang lebih 30 menit.
Tidak Ada Perintah Berhenti Berkendara Segera, Tapi Disarankan Urgensi
Meskipun Stellantis belum mengeluarkan perintah “stop-drive”, Stellantis sangat menganjurkan pelanggan untuk memeriksa dan memperbaiki kendaraan mereka sesegera mungkin. Kelompok tersebut menyatakan bahwa keselamatan pelanggan adalah prioritas utama mereka, meskipun pada kenyataannya konsumen secara teoritis dapat terus mengemudikan mobil mereka sambil menunggu janji.
Masalah Mesin Berulang
Penarikan terbaru ini mengikuti tindakan serupa dalam skala besar pada Agustus 2023, yang berdampak pada lebih dari 70.000 kendaraan non-hibrida di Inggris karena risiko kebakaran akibat kebocoran bahan bakar. Kedua insiden tersebut menunjukkan tantangan yang sedang berlangsung pada rangkaian mesin PureTech 1,2 liter yang digunakan di beberapa merek Stellantis. Permasalahan yang berulang kali menimbulkan pertanyaan tentang kelemahan desain dan kontrol kualitas dalam pengembangan powertrain perusahaan.
Penarikan kembali kendaraan terbaru ini menggarisbawahi meningkatnya kompleksitas sistem kendaraan modern, dimana masalah izin kecil sekalipun dapat menimbulkan konsekuensi keselamatan yang serius.
Perusahaan telah menekankan keselamatan pelanggan, namun frekuensi insiden ini menimbulkan kekhawatiran mengenai keandalan jangka panjang model Stellantis tertentu.
