Jeep telah memulai penarikan besar-besaran untuk model plug-in hybrid (PHEV) tertentu—Wrangler 4xe dan Grand Cherokee 4xe—karena risiko kebakaran pada baterainya. Masalah ini, yang dapat menyebabkan kebakaran saat kendaraan diparkir atau bergerak, telah mendorong perusahaan untuk menyarankan pemilik yang terkena dampak untuk memarkir kendaraan mereka di luar, jauh dari bangunan apa pun, dan menghindari memungut biaya hingga perbaikan dilakukan.

Penarikan ini mencakup 320,065 kendaraan, termasuk 228,221 model Wrangler 4xe dari model tahun 2020 hingga 2025 dan 91,844 model Grand Cherokee 4xe dari model tahun 2022 hingga 2026. Stellantis, perusahaan induk Jeep, telah melaporkan 19 kebakaran terkait dengan cacat tersebut, dengan satu insiden mengakibatkan cedera.


🔍 Apa Penyebab Kebakaran?

Akar penyebabnya terletak pada kemasan baterai, yang beberapa selnya mengandung “kerusakan pemisah”. Kerusakan ini memungkinkan litium, yang sangat mudah terbakar jika terkena udara, bersentuhan dengan oksigen sehingga menyebabkan pembakaran. Meskipun kebakaran baterai pada kendaraan listrik dan hibrida bukan hal yang belum pernah terjadi sebelumnya, skala penarikan ini menunjukkan betapa parahnya masalah ini.

Menariknya, Jeep tidak sepenuhnya menyadari masalah tersebut. Pada September 2024, perusahaan mengeluarkan penarikan kembali dan memberikan pembaruan perangkat lunak untuk paket baterai bertegangan tinggi. Namun, perbaikan ini terbukti tidak efektif, karena sembilan dari 19 kebakaran yang dilaporkan dalam penarikan terbaru ini terjadi pada kendaraan yang telah menerima pembaruan.


⚠️ Tantangan Perbaikan

Tantangan bagi Stellantis saat ini adalah solusi perangkat lunak telah dicoba dan gagal. Akibatnya, produsen mobil mungkin perlu mengganti seluruh baterai pada kendaraan yang terkena dampaknya—sebuah proses yang mahal dan memakan waktu. Situasi ini serupa dengan yang terjadi pada General Motors, yang harus mengganti baterai di semua Chevrolet Bolt dari tahun 2017 hingga 2022 karena risiko kebakaran serupa. Pembaruan perangkat lunak pada awalnya diterapkan, tetapi penggantian fisik diperlukan.


🚗 Implikasi yang Lebih Luas bagi Jeep dan Industri Kendaraan Listrik

Wrangler 4xe dan Grand Cherokee 4xe termasuk di antara kendaraan hibrida plug-in terlaris di AS, yang dipuji karena kinerja dan efisiensinya. Namun bagi Stellantis, penarikan ini mungkin menandakan peralihan dari elektrifikasi. CEO Carlos Tavares mengundurkan diri pada Desember 2024 di tengah tantangan industri yang lebih luas, dan penarikan tersebut dapat mempercepat kemunduran perusahaan dari produksi kendaraan listrik. Pembatalan model Gladiator 4xe yang akan datang mungkin sudah mencerminkan tren ini.


💎 Kesimpulan

Meskipun teknologi hibrida plug-in menawarkan manfaat lingkungan dan kinerja yang signifikan, penarikan kembali ini menyoroti risiko yang terkait dengan keamanan baterai. Pemilik Jeep yang terkena dampak penarikan ini diimbau segera bertindak untuk menghindari bahaya lebih lanjut. Bagi Stellantis, penyelesaian masalah ini memerlukan investasi besar dan perencanaan yang matang untuk menyeimbangkan inovasi dan keselamatan konsumen

попередня статтяRingbrothers Memperkenalkan Kingpin Mustang: Retro-Futurisme 800 Tenaga Kuda
наступна статтяProdusen Mobil Tiongkok Jaecoo Menantang Nissan dengan Lonjakan Penjualan Tak Terduga