Pemerintah Inggris telah menaikkan Hibah Chargepoint Kendaraan Listrik (EV) sebesar £150, dan kini menawarkan hingga £500 untuk pemasangan pengisi daya EV di rumah. Meskipun hal ini meningkatkan dukungan keuangan, hibah ini sebagian besar masih tidak dapat diakses oleh sebagian besar pemilik rumah karena kriteria kelayakan yang ketat.
Pembatasan Kelayakan Menghambat Adopsi Secara Luas
Hibah ini terutama tersedia bagi penyewa, pemilik bisnis, pemilik flat, dan mereka yang tidak memiliki tempat parkir khusus di luar badan jalan. Jumlah ini tidak termasuk sebagian besar rumah tangga di Inggris—sekitar 55 hingga 58 persen—yang memiliki jalan masuk atau tempat parkir pribadi lainnya. Departemen Perhubungan (DfT) mengakui keterbatasan ini, dengan menyatakan pendanaan akan berjalan untuk satu tahun terakhir, berakhir pada musim semi 2027, dan saat ini tidak ada rencana perpanjangan.
Kesenjangan pendanaan ini penting karena akses yang tidak merata terhadap infrastruktur pengisian daya memperlambat adopsi kendaraan listrik, terutama bagi mereka yang tidak memiliki tempat parkir pribadi. Tanpa pengisian daya yang nyaman di rumah, konsumen mungkin ragu untuk beralih ke kendaraan listrik, meskipun ada insentif pemerintah untuk membeli kendaraan listrik.
Dukungan Pemerintah Meluas ke Biaya Kendaraan
Selain hibah chargepoint, Electric Car Grant (ECG) terus menawarkan diskon hingga £3.500 untuk kendaraan listrik baru yang memenuhi syarat. Model seperti Citroen e-C5 Aircross dan Nissan Leaf memenuhi syarat untuk mendapatkan diskon maksimum, sementara model lainnya, termasuk Cupra Born dan Hyundai Kona Electric, menerima £1.500. Gabungan insentif ini bertujuan untuk membuat kendaraan listrik bersaing secara finansial dengan mobil berbahan bakar bensin dan diesel.
Biaya Retribusi Publik Masih Menjadi Penghalang
Pakar industri, seperti Jarrod Birch dari ChargeUK, menekankan bahwa hibah pembayaran rumah tidak menyelesaikan masalah keterjangkauan yang lebih luas. Biaya pengisian listrik di tempat umum sangatlah tinggi, dengan tarif tetap yang melonjak sebesar 462 persen sejak tahun 2021. Ketidakseimbangan antara harga pengisian listrik di rumah dan di tempat umum menciptakan disinsentif bagi kepemilikan kendaraan listrik, terutama bagi mereka yang bergantung pada infrastruktur publik.
Peraturan PPN Dapat Menurunkan Tarif Pungutan Publik
Keputusan Pengadilan Tingkat Pertama baru-baru ini mungkin dapat memberikan keringanan. Deloitte dan Charge My Street berhasil berargumen bahwa pengisian kendaraan listrik publik di bawah 1.000 kWh per bulan harus dikenakan tarif PPN lima persen yang lebih rendah, sehingga sejalan dengan listrik domestik. Tanggapan pemerintah terhadap keputusan ini—apakah mengajukan banding atau menerapkan perubahan tersebut—masih belum jelas. Kemenangan hukum ini dapat mengurangi biaya pungutan publik jika diterapkan secara luas, namun dampaknya masih belum pasti.
Kesimpulannya, meskipun peningkatan hibah pengisi daya untuk rumah merupakan sebuah langkah maju, hambatan struktural terus membatasi aksesibilitas kendaraan listrik. Pemerintah harus mengatasi kesenjangan infrastruktur pengisian daya dan kesenjangan biaya antara pengisian daya di rumah dan publik untuk mempercepat transisi ke kendaraan listrik bagi semua pengemudi.









