Tesla Cybertruck, pikap listrik polarisasi Elon Musk, jarang muncul di Inggris. Tidak seperti kebanyakan kendaraan, Cybertruck tidak hadir untuk penjualan jangka panjang; ini adalah rasa ingin tahu, demonstrasi teknik Tesla, dan ukuran reaksi publik.
Tontonan Wimbledon
Cybertruck dibawa ke “Southside Hustle”, pertemuan bulanan para penggemar mobil di Wimbledon, London. Acara ini menarik para kolektor dan pengemudi segala hal mulai dari mobil klasik hingga mobil eksotik kelas atas. Pemiliknya, Sam Seppälä, mengimpor varian “Cyberbeast” berperforma tinggi, dengan tujuan untuk mengukur bagaimana varian tersebut akan diterima oleh masyarakat yang terbiasa dengan kendaraan tradisional.
Hambatan Hukum dan Status Sementara
Kehadiran Cybertruck hanya bersifat sementara. Badan Standar Pengemudi dan Kendaraan (DVSA) Inggris belum menyetujui model “Persetujuan Kendaraan Individu” karena kekhawatiran terhadap peraturan kemudi dan keselamatan drive-by-wire. Artinya, tidak dapat didaftarkan secara sah untuk penggunaan permanen.
Namun, pemiliknya dapat mengemudikan kendaraannya di Inggris hingga enam bulan dalam jangka waktu 12 bulan, selama kendaraan tersebut sudah terdaftar dan diasuransikan di negara asalnya (AS). Oleh karena itu, kehadiran Cybertruck lebih merupakan eksperimen daripada upaya memasuki pasar.
Mengapa Membawanya Ke Sini?
Seppälä, seorang pengusaha teknologi yang memiliki hubungan dengan Inggris dan California, mengimpor kendaraan tersebut untuk mengamati tanggapan masyarakat. Dia menemukan nilai dalam reaksi, baik positif maupun negatif, dan menyatakan bahwa Cybertruck dapat menangani dengan sangat baik. Meski berasal dari Amerika, ia mengklaim mobil ini memiliki banyak fitur keselamatan.
“Saya suka reaksinya, baik dan buruk, yang memprovokasi,” kata Seppälä. “Mobil ini dapat dikendarai dan dikendalikan dengan sangat baik—sama sekali tidak seperti mobil Amerika lainnya. Dan mobil ini memiliki banyak teknologi keselamatan. Faktanya, ini adalah mobil yang sangat aman.”
Kunjungan Cybertruck ke Inggris menyoroti tantangan dalam melakukan homologasi kendaraan yang dirancang secara radikal untuk pasar dengan peraturan yang ketat. Hal ini juga menunjukkan bagaimana daya tarik pribadi dapat mendorong impor yang tidak biasa, bahkan ketika kendaraan tersebut tidak dapat sepenuhnya diintegrasikan ke dalam sistem jalan raya suatu negara.
Kendaraan tersebut akan dikembalikan ke AS pada bulan Desember, hanya meninggalkan kesan dan pertanyaan tentang masa depan Tesla di Eropa.







