Pembeli mobil di Amerika kini menghadapi pembayaran bulanan yang mencapai rekor tertinggi, karena harga kendaraan tetap tinggi meskipun ada sedikit penurunan setiap kuartal. Laporan Experian baru-baru ini mengungkapkan rata-rata pembayaran pinjaman mobil baru mencapai $748 pada kuartal ketiga tahun 2025 – meningkat 12% dari waktu yang sama tahun lalu, meskipun jumlah pinjaman juga meningkat.
Meningkatnya Biaya Kredit
Data tersebut dikelompokkan secara tajam berdasarkan nilai kredit:
- Peminjam mendekati harga prima (kredit 601–660) membayar paling banyak, dengan rata-rata $793 per bulan.
- Peminjam super-prime (kredit 781–850) menikmati pembayaran terendah sebesar $727.
- Peminjam subprime dalam (kredit 300–500) menerima pembayaran sebesar $748, namun dengan suku bunga tertinggi.
Suku bunga adalah pendorong utama kesenjangan ini. Peminjam subprime dalam, meskipun mendapatkan pinjaman yang lebih kecil ($35,286), membayar tingkat bunga yang mengejutkan sebesar 15,85%. Pembeli yang mendekati harga prima, dengan pinjaman mobil baru terbesar ($44,526), masih mendapatkan keuntungan dari suku bunga yang relatif lebih rendah.
Mobil Bekas Tidak Melegakan
Pasar mobil bekas menawarkan sedikit kelonggaran. Pembayaran bulanan rata-rata mencapai $532 pada pinjaman $27,128 pada kuartal terakhir. Sekali lagi, nilai kredit penting:
- Pembeli mobil bekas subprime yang dalam membayar $556 per bulan dengan tingkat bunga 21,60%.
- Pembeli mobil bekas super mahal membayar $527, selisih tahunan $348.
Kesenjangan ini menyoroti meningkatnya beban keuangan bagi mereka yang memiliki kredit buruk. Meskipun tarif yang tinggi adalah hal yang biasa, namun hal ini membuat kepemilikan kendaraan semakin sulit dijangkau oleh banyak konsumen.
Apa Artinya Bagi Pembeli
Pasar pinjaman mobil tidak kenal ampun. Kelayakan kredit tidak hanya menentukan pembayaran bulanan Anda tetapi juga kendaraan yang Anda mampu beli. Pembeli yang cerdas harus berbelanja terlebih dahulu untuk mendapatkan pembiayaan sebelum melakukan pembelian mobil. Hal ini memungkinkan mereka untuk membandingkan tarif, menegosiasikan persyaratan, dan menghindari terjebak dalam kesepakatan yang tidak menguntungkan.
Trennya jelas: pembiayaan kendaraan semakin sulit, dan konsumen membayar lebih mahal dari sebelumnya.









